Pernahkah Terfikir sejenak ? bahwa saat kita mengemukakan
pendapat dengan cara yang menurut kita tepat namun berakibat dan berefek lain
dari segi pandang orang ? justru malah menyakiti dan menyinggungnya ?. Yap,
benar terkadang tanpa kita sadari kita berkomentar, menyampaikan pendapat,
bahkan mengkritik orang yang berada di sekitar kita dengan cara yang salah
bahkan menyakiti hati mereka sehingga mereka justru malah memberikan respon
negatif pada hal yang kita sampaikan tadi. Pada dasarnya saling menasehati,
memberti tahu keburukan dan kelebihan orang lain adalah niat yang baik namun
terkadang kita menyampaikan dengan cara yang salah, dan seperti yang di katakan
oleh ustd. Felix Siauw yaitu :
“ Tiga Perempat kesalahan saat menasehati adalah memulainya
dengan caci dan maki”- Felix Siauw
Sayapun juga termasuk, orang yang pernah melakukan
hal tersebut sehingga menyinggung perasaan teman saya. Padahal maksud saya adalah
baik namun cara penyampaian saya yang kurang baik.
Setelah saya amati dan saya teliti ( gaya gayaan yak :v )
yaitu :
“Manusia itu lebih mudah menasehati orang lain dari pada
menasehati diri sendiri”- Ace
Mengapa demikian ? Jawaban dari saya yaitu Wallahhu’alam :v
. Namun banyak orang yang salah mengartikan akan hal itu justru malah mejadikan
tolak ukur dengan cara pandang yang salah. Bahkan ada yang berpendapat bahwa
orang yang seperti itu “munafik”, “ bisanya cuma ngomong doang”, bahkan yang
paling sakit hati ketika menasehati di balas dengan kata – kata “urus aja diri
sendiri yang bener baru urusin orang lain”. Namun ketika saya sedang shalat
jum’at tak sengaja saya mendengar khotbah tentang hal ini, dan dalam khotbah
itu ada satu kata yang merubah cara pandang saya yaitu:
“Manusia tak sempurna, makanya manusia harus saling
menasehati. Jangan lihat manusia dari siapa orangnya dan seperti apa
perilakunya, namun lihat lah perkataannya “ – Khatib Shalat Jum’at
Dan seketika saya tak sengaja berfikir bahwa manusia adalah
makhluk sosial bukan ? kenapa kita tak ambil keuntungan untuk itu. Yaitu dengan
menasehati diri sendiri secara perlahan sambil menasehati orang lain
pula. Tidak buruk bukan ide tersebut? Maka saya bisa membantah kata-kata
seperti di atas tadi. Dan ada juga tips dari saya menasehati dengan cara yang
benar, yaitu :
1. Lakukan dengan Senyuman dan nada yang halus
Ini penting karena kalo nasehatinnya bentak-bentak bukannya
di denger malah di bentak balik, ya mungkin paling parahnya di gampar :v
2. Cari Tempat dan Waktu yang Tepat
Yap, benar. Ketika menasehati harus membuat timing yang
baik, karena tak selalu suasana orang yang kita nasehati dalam ke adaan baik
dan juga kadang mood yang jelek, membuat orang itu justru menolak masukan dari
apa yang kita sampaikan. Bila perlu cari suasana latar tempat yang baik. Agar
nyaman saat mengutarakan pendapat. Kan ga mungkin gitu pas lagi dia lagi di
dalem WC kalian nasehatin dia dari luar WC dan hanya di batasi oleh pintu,
Padahal dia lagi sibuk di dalem ~ Nyiahahaha
3. Pelajari Sifat orang tersebut
Saya pernah menasehati orang yang sifatnya tempramental,
dan sempat bingung seperti apa menasehatinya. Karena saya Takut nanti baru mau
ngomong udah di ajakin berantem duluan. Dan akhirnya saya mencoba mengamati
perlahan bagaimana cara agar bisa menyampaikan masukan saya dengan cara yang ia
pahami.
4. Jangan terlalu memaksakan
Saat menyampaikan pendapat terkadang orang justru berfikir
“apakah benar saya seperti itu” seperti yang saya katakan pada tips ke 3 tadi,
manusia itu sifatnya bermacam-macam sifatnya jika di beri masukan ada yang
langsung menerima bahwa dirinya memang seperti itu, ada yang ragu – ragu apakah
dirinya seperti itu dan bahkan ada yang menolak dengan tegas bahwa dirinya
tidak seperti itu. Jadi jangan terlalu memaksakan bahwa dia harus menerima
masukan yang kita beri, cukup sampaikan saja. Lalu sisanya serahkan pada
mereka, yang terpenting kita telah menyampaikannya.
5. Menasehati dari hati ke hati
Dalam menasehati alangkah baiknya hanya di bicarakan secara
4 mata, dengan penuh pengertian dan mencoba saling memahami. Dan jika bisa
hindari tempat umum ketika menasehati karena lebih baik untuk menutup dan
menjaga aib si orang tersebut.
sekian dari saya tipsnya kalo ada kurang mohon maaf .

Bolehlah tips nya kakak, mau nyoba deh, kalau buat orang tua gimana ya :v
ReplyDeleteGa beda jauh, Cuma tambahkan 1 tips kalo buat orang tua.
DeleteJANGAN NGEYEL ! wkwkkw
dalam usia-usia labil seperti saya sendiri mungkin ingin akan terasa sangat sulit hehe
ReplyDelete