NASA memperkirakan manusia akan berkontak dengan alien pada 10 hingga 20 tahun lagi. Apakah ketika terjadi kontak tersebut manusia akan langsung berperang melawan alien seperti dalam film-film populer? Ataukah manusia akan menjadi budak alien seperti yang pernah terjadi ketika Columbus menyeberang ke benua Amerika dan menyingkirkan suku Indian?
Jawabannya mungkin jauh dari dugaan-dugaan tersebut. Ilmuwan NASA memang memperkirakan kontak dengan makhluk planet lain akan terjadi dalam waktu satu dasawarsa lagi. Namun alien yang kita jumpai kemungkinan bukan makhluk bertubuh hijau kecil dengan kecerdasan otak luar biasa. Ellen Stofan sebagai kepala ilmuwan NASA mengungkapkan hal ini.
“Saya yakin kita akan menemui indikasi kuat kehidupan di luar bumi pada dekade mendatang; dan akan memperoleh bukti nyata kehidupan tersebut pada 10 hingga 20 tahun ke depan. Kita tahu harus kemana mencari, bagaimana langkahnya, dan dalam kebanyakan kasus kita memiliki teknologi.”
Sementara itu Jeffrey Newmark, direktur interim heliofisika NASA menambahkan, “Jelas sudah kehidupan di luar angkasa bukankah masalah ‘apakah ada atau tidak’. Tetapi kapan kita menemukannya.”
Ellen Stofan juga menegaskan, “Kita tidak berbicara tentang manusia cebol berkulit hijau (seperti dalam film), tetapi kita bicara tentang mikroba kecil.”
Pengumuman NASA tentang alien ini dipicu oleh penemuan air di Mars. Dalam studi terakhir terungkap bahwa 50 persen belahan utara planet merah itu pernah memiliki samudera. Terungkap pula bahwa air tersebut berada di planet Mars selama 1,2 miliar tahun.
Petinggi Nasa, John Grunsfeld menyatakan bahwa pandangan bahwa makhluk planet lain memiliki bentuk seperti kehidupan di bumi sedikit kurang realistis. Ia mengambarkan, “Begitu kita bisa melintas keluar dari penelitian di planet Mars, yang terbentuk dari hal-hal yang mirip dengan bumi, kemungkinan bahwa kehidupan planet lain sama dengan yang kita temui di planet kita, sangatlah kecil.”
Badan ruang angkasa Amerika Serikat (NASA) menemukan kemungkinan terdapatnya air yang tersembunyi di bawah tanah planet Mars. Bentuknya bukan es, melainkan cairan. Awalnya di planet ini dianggap sangat dingin dan gersang sehingga sulit didapatkan air dalam wujud cairan. Namun temuan baru yang didapatkan oleh wahana milik NASA, Curiosity, mengubah pandangan awal itu. Di Mars telah ditemukan deposit es, tapi tidak berupa air berbentuk cairan.
“Bukti yang sejauh ini ada adalah air di Mars kalau ditemukan, akan berbentuk beku. Ini untuk pertama kalinya ada bukti terdapat air dalam bentuk cair di Mars,” kata Andrew Coates dari lembaga sains dan astronomi Mullard Space, London, seperti dikutip dari laman BBC.
Lebih detil lagi, air bawah tanah di Mars kemungkinan berupa air asin. Air asin memerlukan suhu yang lebih dingin dari nol derajat Celcius. Sementara itu, jenis air tawar butuh suhu sekitar nol derajat Celciud untuk membeku. Diperkirakan perlu suhu sampai minus 70 derajat Celcius bagi air asin tersebut untuk membeku, yang telah bercampur dengan kalsium perklorat
Dari data yang dilaporkan oleh wahana Curiosity, pada pengukuran baru di kawah Gale menunjukkan bahwa selama musim dingin sangat mendukung terbentuknya air asin. Hal ini disimpulkan dengan mempertimbangkan dari temperature hingga tingkat kelembaban. Selain itu, diduga bawah tanah Mars kemungkinan tidak terlalu padat.
“Yang kita lihat adalah air bisa meresap. Sejalan dengan berlalunya waktu, garam mungkin masuk ke tanah ini dan sekarang menjadi cair, bergerak ke tempat lain, dan menguap di bawah permukaan Mars,” kata Morten Bo Madsen, peneliti Mars dari Universitas Kopenhagen.
Fosil 300 Tahun Menjadi Bukti Keberadaan Alien (Foto : Dailymail)
Temuan fosil sekrup atau baut dari 1990 menjadi perdebatan panjang antara peneliti dan tim ahli geologi Rusia. Pasalnya, temuan fosil yang diperkirakan berusia 300 tahun tersebut dianggap sebagai tanda kehidupan alien atau mungkin fosil makhluk laut.
Para peneliti Rusia meyakini bahwa fosil sekrup tersebut adalah sebuah tanda atau mungkin bukti peradaban manusia yang sangat maju atau bahkan hasil karya alien. Keyakinan tersebut hadir dari usia fosil yang diperkirakan telah mencapai 300 tahun.
Berbeda dengan pendapat para peneliti Rusia, tim ahli geologi mengungkapkan bahwa fosil tersebut mungkin adalah makhluk laut yang menyerupai tampilan sekrup. Hal tersebut berdasarkan dari bentuk dan jawaban yang lebih masuk akal. Seperti dilansir dari Dailymail, Sabtu (11/4/2015).
Fosil sekrup tersebut memiliki ukuran panjang sekira satu inci atau sekira 2 sentimeter, ditemukan oleh tim peneliti UFO dan paranormal yang dikenal dengan nama Kosmopoisk Group. Mereka yakin bahwa fosil tersebut adalah bukti keberadaan alien, karena usia yang terdeteksi oleh Sinar-X mengungkapkan umur fosil 300 atau tepatny 320 juta tahun.
Tim peneliti UFO dan Kosmopoisk Group meyakinkannya, karena pada masa sekira 300 juta tahun lalu belum ada peradaban yang maju. Dan temuan fosil sekrup tersebut bisa menjadi bukti adanya kehidupan modern yang dibangun oleh alien.
Namun hipotesis penelitian dari para ilmuwan geologi, mengungkapkan bahwa bentuk fosil sekrup tersebut sebenarnya adalah sisa-sisa makhluk laut kuno yang disebut Crinoid a. Bentuk tersebut diungkapkan dapat terjadi karena adanya pola batuan yang membentuk fosil.
Menurut ilmuwan, ada sekitar 600 spesies Crinoids yang telah punah dan telah berada di laut modern sejak dahulu. Mereka memiliki lima senjata untuk merebut mangsa lewat mulut dan senjata yang tersembunyi di bagian atas tubuh, persis dengan bentuk dari fosil yang ditemukan tim UFO.
Bentuk fosil yang ditemukan tersebut, diungkapkan oleh sejumlah peneliti makhluk hidup purbakala adalah sebahau bentuk dari Sea lily. Makhluk laut jenis Crinoids yang tumbuh dewasa dengan tangkai dan menambatkan diri ke dasar laut.
Terkuak, Misteri Bola Api Raksasa di Rusia (Credit: Asko Aikkila)
Bola api raksasa meledak di langit Kota Murmansk di Semenanjung Kola, dekat perbatasan Rusia-Finlandia pada Sabtu malam 19 April 2014. Sebagian warga menyangka, langit runtuh akan menimpa mereka.
Insiden tersebut terjadi setahun setelah kejadian serupa, yang dipicu meteorit yang lolos dari pembakaran atmosfer, terjadi di langit Chelyabinsk -- sekitar 2.090 kilometer tenggara Murmansk.
Bedanya, ledakan tersebut tak memicu gelombang kejut yang menghancurkan banyak bangunan dan melukai 1.200 orang seperti insiden yang terjadi di Chelyabinsk.
Kini, misteri asal usul ledakan di Semenanjung Kola terkuak. Studi terbaru menyebut, bola api raksasa yang terlihat berbagi orbit dengan asteroid besar yang keberadaannya ditemukan pada Oktober 2014.
"Orbitnya mirip dengan Asteroid 2014 UR116 yang diperkirakan akan melewati Bulan pada tahun 2017," demikian diungkapkan para penulis studi, seperti dikutip dari situs sains LiveScience, Jumat (10/4/2015).
Hasil pengamatan atau observasi kamera oleh Finnish Fireball Network yang memonitor penampakan meteor dan bola api di langit, serta video dari sejumlah saksi mata, membantu para ilmuwan menelusuri kembali lintasan meteorid dan memburu fragmen meteorit yang jatuh ke tanah.
Pecahan meteorit ditemukan hanya beberapa ratus meter dari titik perkiraan jatuhnya pada 29 dan 30 Mei 2014.
Terkuak, Misteri Bola Api Raksasa di Rusia (Credit: Jakub Haloda)
Josep Maria Trigo-Rodriguez, peneliti dari Institute of Space Sciences di Barcelona, Spanyol, memimpin tim ilmuwan internasional untuk menganalisa orbit meteorit yang meledak di langit Semenanjung Kola.
Mereka mengkalkulasikan ukuran bola api dan rutenya melewati atmosfer bumi dengan meneliti jalur terbang dan lokasi akhir jatuhnya batu angkasa tersebut. Model komputer yang didasarkan perhitungan-perhitungan tersebut digunakan untuk mengestimasi orbitnya.
Meteorit seberat 500 kg yang ditemukan masuk kategori H5 chondrite, tipe meteorit yang bertanggungjawab atas 31 persen tubrukan batu angkasa ke Bumi. Fragmen tersebut disebut "Annama meteorite" -- meteorit Annama -- karena ia jatuh di dekat Sungai Annama di Rusia.
Diduga, bola api tersebut lolos dari wilayah terdalam dari sabuk asteroid, demikian dilaporkan para peneliti studi.
Batu angkasa tersebut punya orbit elips, tipikal dengan asteroid famili Apollo yang mengorbit dekat Bumi itu. Diduga ia bersumber dari wilayah yang luas, sama seperti meteorit Lost City, Peekskill, dan Buzzard Coulee.
Para peneliti mengkomparasikan orbit meteorit Annama dengan asteroid dekat Bumi (near-Earth asteroids ) --yang jumlahnya lebih dari 1.500. Ada 12 yang secara potensial cocok, namun kemiripan terbesar ditemukan pada Asteroid 2014 UR116.
Temuan mereka dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society edisi 7 April 2015.
Laporan tersebut tak menyebut bahwa Asteroid 2014 UR116 melemparkan meteorit Annama langsung ke Bumi. Meski 2 objek tersebut punya keterkaitan.
Para ilmuwan menduga, aliran fragmen asteroid -- hasil tabrakan batu angkasa yang mengapung di langit -- bisa menempuh rute yang nyaris identik. Gaya pasang surut mungkin terkandung dalam puing serpihan batu angkasa itu, menguat dari waktu ke waktu.
"Efek pasang surut pada asteroid, yang secara cepat berputar di bawah medan gravitasi planet, bisa menyatukan objek terebut atau melepaskan batuan besar dari permukaannya. Yang kemudian menjadi semacam proyektil berbahaya di skala lokal. Seperti salah satunya yang jatuh di Chelyabinsk," kata Trigo-Rodriguez.
Para peneliti berharap, studi mereka bisa membantu menjelaskan bagaimana asteroid menciptakan semacam proyektil yang bisa membawa bahaya pada Bumi.
Dengan mengetahui asal-usul meteorit juga bisa membantu para ilmuwan memahami lebih baik formasi dan evolusi dalam Tata Surya.
Asteroid 2014 UR116, ditemukan oleh ilmuwan Rusia pada 27 Oktober 2014. Panjangnya sekitar 400 meter, namun menurut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), tidak menimbulkan bahaya untuk Bumi. (Ein/Tnt)
Setiap tahun, para penggemar matematika merayakan Hari Pi atau Pi Day
pada tanggal 14 Maret. Sebab, momentum itu sesuai dengan 3 dijit
pertama konstanta itu dalam Bahasa Inggris (3.14) -- atau dalam sistem
penulisan Indonesia 3,14.
Pi adalah konstanta matematika yang
merupakan perbandingan keliling lingkaran dengan diameternya. Dan tahun
ini, untuk kali pertamanya dalam abad ini, tanggal tersebut mewakili 5
digit pertama pi: 3.14.15 (3,1415).
Pi adalah bilangan
irasional, ia tidak dapat diwakilkan sebagai pecahan sederhana. Bilangan
yang paling mendekatinya adalah 22/7.
Pi juga merupakan bilangan
desimal yang tidak berujung, tiada berakhir, dan tidak memiliki pola
atau pengulangan pada angka desimalnya. Sejumlah orang menjulukinya
sebagai 'bilangan ajaib'.
Ada banyak cara merayakan Pi Day,
termasuk mengonsumsi sejumlah besar kue pie -- yang bunyinya hampir
serupa. Namun, sejumlah orang melakukan hal lain untuk menunjukkan
kecintaannya: menyebut hapalan digit pi. Puluhan, ratusan, ribuan,
hingga puluhan ribu angka.
Pada 1981, seorang pria India bernama
Rajan Mahadevan secara akurat menyebut hapalan 31.811 digit pi. Pada
1989, Hideaki Tomoyori menyebut 40 ribu digit pi di luar kepala.
Rekor Guinness World Record dipegang oleh Lu Chao dari China, yang pada 2005 melafalkan 67.890 digit pi.
Meski
pencapaian mereka luar biasa, hebatnya, kebanyakan dari mereka yang
menghafal tidak dilahirkan dengan otak jenius alias orang biasa. Mereka
'hanya' mempelajari teknik mengaitkan digit demi digit dengan
tempat-tempat imajiner atau adegan dalam pikiran mereka.
"Kebanyakan
dari para penghafal, kemampuan mengingat angka-angka acak dalam jumlah
besar, seperti pi, adalah dengan melatih diri sendiri dalam waktu lama,"
kata Eric Legge, ahli psikologi kognitif dari University of Alberta di
Edmonton, Kanada.
Tak Perlu Jenius, yang Penting Usaha
Para ahli penghapal pi seringkali menggunakan strategi yang
disebut 'metode loci'. Metode loci (jamak dari lokus) juga disebut
istana memori (memory palace atau mind palace), adalah perangkat memorik (hafalan) yang diperkenalkan di Romawi kuno dan risalah retorika Yunani kuno.
Pada
dasarnya, metode ini merupakan peningkatan memori yang menggunakan
visualisasi untuk mengatur dan mengingat informasi seperti wajah, angka,
dan daftar kata-kata.
Cara ini tak ada hubungan dengan
kecerdasan atau struktur otak. Terkait dengan teknik penggunaan daerah
otak yang berkaitan dengan metode belajar spasial.
"Ini adalah strategi menghafal yang lebih efektif, namun kompleks, untuk mengingat informasi dalam jumlah besar," kata Legge.
Begini
cara kerjanya: Anda menempatkan diri dalam sebuah lingkungan yang
familiar, seperti sekitar rumah, lalu menempatkan potongan informasi
yang ingin diingat dalam sejumlah tempat. Misalnya menempatkan angka
'717' di pojok dekat pintu depan, angka '919' di wastafel dapur, dan
seterusnya.
"Untuk mengingat semua nomor itu, yang harus Anda
lakukan adalah berjalan di alur yang sama, seperti saat Anda menempatkan
informasi-informasi tersebut," kata Legge. "Dengan melakukannya,
orang-orang bisa mengingat informasi dalam jumlah besar."
Anders Ericsson, profesor psikologi dari Florida State University
di Tallahassee, pernah mempelajari fenomena pemegang rekor penghafap
pi, Lu Chao dan lainnya. Untuk menguak bagaimana bisa mereka bisa
menghafal deretan panjang angka.
Seperti penghapal pi lainnya, Lu menggunakan teknik visualisasi untuk membantunya mengingat.
Ia menggunakan gambar-gambar seperti kursi, raja, atau kuda
untuk mengingat 2 digit angka kombinasi -- dari 00 sampai 99. Ia lalu
membuat sebuah cerita menggunakan citra-citra tersebut -- yang dikaitkan
dengan lokasi fisik.
Beberapa tahun lalu, Ericsson dan para
koleganya memberikan tes -- juga pada orang-orang dengan usia dan level
pendidikan serupa -- untuk mengukur rentang memori angka (digit span)
mereka. Atau dengan kata lain, mengukur seberapa baik mereka bisa
mengingat urutan digit yang dipresentasikan secara acak pada tingkat
satu digit per detik.
Digit rentang Lu adalah 8,83, di bawah
responden lainnya yang rata-rata 9.27. Demikian menurut penelitian, yang
diterbitkan pada tahun 2009 dalam Journal of Experimental Psychology.
Ternyata,
tidak seperti beberapa ahli memori lain yang telah dipelajari,
keterampilan Lu dalam menghafal daftar panjang angka bukan hasil dari
keterampilan bawaan. Sebaliknya, adalah hasil dari beberapa tahun
praktek.
Jadi, apakah ini berarti setiap orang dapat belajar untuk mengingat puluhan ribu digit pi?
"Ada
banyak contoh yang menunjukkan bahwa orang-orang biasa, tidak cerdas
namun diberikan pelatihan, dapat secara dramatis meningkatkan kinerja
memori mereka dalam menghafal daftar panjang," kata Ericsson.
Namun,
itu tak semudah membalikkan telapak tangan. "Butuh waktu bertahun-tahun
hingga seseorang bisa mencapai kemampuan yang bisa mencapai rekor
tertentu." (Ein/Tnt)
Bukti kontak bangsa Viking dengan peradaban Islam (Christer Ã…hlin/The Swedish History Museum)
Sebuah cincin ditemukan di dalam makam seorang perempuan dari Abad
ke-9 Masehi di Swedia pada akhir tahun 1800-an. Yang menarik, pada batu
akiknya terdapat goresan tulisan 'Allah' dalam huruf Arab.
Cincin tersebut ditemukan dalam ekskavasi di pusat perdagangan Viking di Birka.
Sejak saat itu, seperti dimuat situs Science News yang dikutip dari Daily Mail, Selasa (17/3/2015), objek tersebut memicu tanda tanya. Apa kaitan bangsa Viking dengan peradaban Dunia Islam?
Kini,
teka-teki itu terkuak. Cincin tersebut menjadi bukti adanya kontak
secara dekat antara orang Skandinavia di era Viking dengan peradaban
Islam.
Belakangan juga terungkap, batu cincin yang sebelumnya
dikira adalah batu ametis atau kecubung ternyata adalah kaca berwarna --
material eksotis pada masanya. Demikian ungkap ahli biofisika Sebastian
Warmlander dari Stockholm University.
Para ilmuwan dari
Stockholm University menggunakan pemindaian mikroskop elektron untuk
menentukan material dan menguak tulisan Arab yang disebut Kufi --- yang
secara lengkap bisa dibaca 'untuk Allah atau 'kepada Allah'.
Sejarah
mencatat, bangsa Skandinavia berjual beli objak dari kaca dari Mesir
dan Mesopotamia sejak 3.400 tahun lalu. Jadi, sangatlah mungkin bahwa
Viking menjemput barang dagangan, alih-alih menunggu para pedagang dari
Timur Tengah sampai di jalur perdagangan mereka.
Teks-teks kuno juga menyebutkan perdagangan yang terjadi antara
Viking dan peradaban Islam, yang membentang dari Mediterania (Laut
Tengah) ke Asia Barat, namun bukti arkeologi jarang ditemukan.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scanning
menyebut, "Cincin itu mungkin ... merupakan bukti material terkait
interaksi langsung antara Skandinavia di era Viking dan Dunia Islam,"
demikian laporan para peneliti.
"Menjadi satu-satunya cincin dengan tulisan Arab yang ditemukan di situs arkeologi Skandinavia. Merupakan objek unik di antara material dari era Viking."
Analisis
lebih lanjut menyebut, cincin tersebut jarang digunakan. Sebab, bagian
dalamnya masih menunjukkan guratan saat logam perak dicetak dan diolah
pengrajin di Arab. Tidak halus.
Itu berarti, perhiasan jari itu
mungkin dijual sebagai barang baru, dimiliki hanya segelintir orang,
sebelum menjadi milik berharga dari seorang wanita Viking yang
membawanya hingga liang lahat di Pemakaman Birka. "Cincin itu dibuat
dengan perak bermutu tinggi (94.5/5.5 Ag/Cu)," demikian pernyataan para
ahli.
Bukan itu saja bukti keterkaitan Dunia Arab dengan Viking.
Tahun lalu, seorang pria yang memindai sebidang tanah di Norwegia, menggunakan detektor logam, menemukan sebuah pedang Viking.
Temuan
tersebut membuat para ahli dari Museum of Natural History and
Archaeology di Norwegian University of Science and Technology
mengekskavasi situs tersebut.
Di sana, mereka menemukan sebuah
makam dari masa 950 Masehi yang berisi jasad seorang pejuang Viking yang
dimakamkan bersama perisai dan pedang.
Di bagian tengah
perisai, ditemukan dompet kulit yang berisi koin dari peradaban Islam.
Objek itu dianggap makin memperkuat teori bahwa bangsa Viking berdagang
dengan peradaban Islam, atau melakukan kontak dengan kebudayaan mereka
di Spanyol.
"Kami tak bermaksud mengetahui siapa pemilik pedang
itu. Namun, yang kami pahami, dia adalah seorang pria yang sering
bepergian," kata arkeolog Ingrid Ystgaard kepada ThorNews.
Terdapat
goresan pedang atau kapak pada perisai. Namun, kata Ystgaard, belum
diketahui apakah sang mendiang tewas dalam pertempuran.
Reputasi Mengerikan
Viking, suku bangsa dari Skandinavia itu terkenal punya reputasi mengerikan.
Pada
tahun 800 hingga 1066 Masehi, mereka berdagang sekaligus menjarah dan
menduduki sepanjang pantai, sungai dan pulau di Eropa serta pesisir
timur laut Amerika Utara, hingga ke Rusia dan Konstantinopel.
Mereka
mengarungi lautan luas, bahkan sebelum kompas magnetik ditemukan,
menggunakan kapal-kapal layar panjang yang tangguh dan mengagumkan.
Seperti dikutip dari BBC,
dalam legenda Viking disebutkan bahwa dengan mengangkat kristal ke arah
langit, maka para pelaut Viking bisa mengetahui posisi matahari bahkan
ketika cuaca sedang mendung atau berkabut.
Dengan mengetahui posisi matahari orang-orang Viking bisa menjelajah lautan luas. (Ein/Tnt)
Carnufex carolinensis (Copyright Jorge Gonzales. Open access)
Pada 230 juta tahun lalu, jauh sebelum dinosaurus ada di muka Bumi, hidup sosok monster mengerikan sepanjang 2,7 meter, yang giginya setajam pisau. Penampakannya mirip buaya, namun tak seperti anggota ordo Crocodylidae modern, ia berdiri tegak dan mampu berlari dengan dua kaki belakangnya.
Makhluk predator itu bernama Carnufex carolinensis, juga dijuluki 'Carolina Butcher'. Nenek moyang buaya masa kini tersebut diduga memangsa reptil lain dan kerabat mamalia yang ada saat itu.
Para ilmuwan menamainya Carnufex -- atau 'jagal' (butcher) dalam Bahasa Latin karena tengkoraknya yang panjang, mirip bentuk pisau tukang daging.
Juga karena gigi-giginya yang tajam, yang digunakan untuk merobek daging dari tulang mangsanya. Demikian ujar penulis studi Lindsay Zanno dari North Carolina University dan North Carolina Museum of Natural Sciences dalam laporan yang dimuat di jurnal Scientific Reports pada 19 Maret 2015.
"Kata 'butcher' sepertinya cara yang efektif agar makhluk itu lebih diingat orang," kata Zano, seperti Liputan6.com kutip dari situs sains LiveScience, Jumat (20/3/2015).
Terkuak bahwa makhluk besar tersebut tak hanya anggota awal Crocodylomorpha -- kelompok yang di dalamnya termasuk buaya modern dan para kerabat dekatnya, namun juga menggarisbawahi keanekaragaman predator dalam rantai makanan teratas di masa lalu.
"Orang mungkin sama sekali tak membayangkan berapa jenis predator berbeda yang ada di Periode Trias. Juga, tak pernah mengira bahwa ternyata buaya sudah ada sebelum dinosaurus."
Makhluk Aneh
Awalnya, Lindsay Zanno dan para koleganya menemukan bagian
tengkorak, tulang belakang, dan tulang lengan sesosok makhluk saat
melakukan ekskavasi di Formasi Pekin (Pekin Formation) di Chatham
County, North Carolina.
Di sana terdapat sedimen yang mengandung
deposit dari 231 tahun lalu, dari masa yang disebut akhir Periode Trias
-- ketika area Carolina Utara masih menjadi bagian dari superbenua atau
benua tunggal Pangaea, dan posisi berada dekat khatulistiwa.
"Di
sekitar khatulistiwa, belum ada dinosaurus pada saat itu," kata ilmuwan
perempuan itu. Periode Trias lebih dulu ketimbang Periode Jura atau
'Zamannya Dinosaurus'.
Awalnya, para ahli memperlakukannya
temuan fosil tersebut sebagai sampling artefak, karena mereka belum
menemukan tulang dinosaurus yang dicari di sana.
"Namun, sejauh
pengetahuan kami, belum ada dinosaurus saat itu," kata Zanno. Dia
menambahkan, tidak adanya dinosaurus sebagai pesaing predator
memungkinkan pemakan daging seperti Carnufex mengembangkan tubuhnya
menjadi seukuran raksasa.
Setelah mendapatkan sekumpulan fosil
tulang, ilmuwan yakin bahwa mereka menemukan eksistensi makhluk yang
baru terkuak. Apalagi, ada tekstur aneh pada tulang hewan tersebut --
ornamen yang juga ditemukan pada buaya modern, namun tidak ada pada
sejumlah nenek moyang buaya setelahnya.
Menjadi salah satu
crocodylomorpha paling awal sekaligus paling primitif, Carnufex berbagi
karakteristik dengan beberapa kelompok organisme lain, termasuk fitur
tulang pipi dan bentuk gigi yang mirip theropoda -- kelompok dinosaurus
pemakan daging.
Carnufex juga punya fitur tengkorak yang mirip
reptil mirip dinosaurus berkepala besar yang disebut rauisuchidae --
predator level dua dalam rantai makanan di Pangaea pada saat itu.
Namun,
'kedudukan' Carnufex sebagai predator teratas tak berlangsung lama. Ia
ikut binasa dalam kepunahan massal di akhir Periode Trias yang juga
melenyapkan crocodylomorpha besar dan rauisuchidae. Hanya menyisakan
crocodylomorpha kecil.
Setelah itu, memasuki Periode Jura, giliran dinosaurus yang menggantikan posisi Carnufex. Itupun tak selamanya. Sekitar 135 juta tahun kemudian mereka punah.
"Saat
dinosaurus theropoda berkembang hingga ukuran raksasa, nenek moyang
buaya modern punya peran mirip rubah atau serigala saat ini, dengan
tubuhnya yang kecil, ramping, dan berkaki panjang (tidak melata)," kata
penulis lainnya, Susan Drymala, mahasiswa pascasarjana di NC State
University. "Penasaran dengan penampakannya? Bayangkan rubah modern,
tapi dengan lapisan kulit buaya bukan bulu." (Ein/Tnt)
Mereka akan tinggal selama setahun untuk
menjalankan misi yang bertujuan untuk mempelajari efek jangka panjang
dari gravitasi nol terhadap tubuh manusia.
Awak NASA untuk misi satu tahun, Scott Kelly (kiri) dan Mikhail Kornienko. (Foto: Dok)
Seorang astronot Amerika dan seorang kosmonot Rusia hari Sabtu
(28/3) memulai misi yang memecahkan rekor, yaitu tinggal di antariksa
selama setahun.
Mereka memasuki Stasiun Antariksa Internasional untuk menjalankan
misi yang bertujuan untuk mempelajari efek jangka panjang dari gravitasi
nol terhadap tubuh manusia.
Scott Kelly dan Mikhail Kornienko tiba di stasiun tersebut dengan
menaiki roket Soyuz Rusia yang lepas landas dari Kazakhstan. Mereka
didampingi oleh seorang kosmonot Rusia lainnya, Gennady Padalka, yang
akan tinggal selama enam bulan durasi yang umum dari sebuah misi.
Kelly menulis pesan lewat Twitter, “Terima kasih banyak bagi para pihak yang telah menyukseskan peluncuran ini.”
Badan Antariksa AS, NASA, mengatakan data dari Kelly dan Kornienko “akan
digunakan untuk menentukan apakah ada cara untuk mengurangi risiko misi
jangka panjang di masa depan ke sebuah asteroid dan pada akhirnya ke
Mars.”
Kelly memiliki saudara kembar, mantan astronot Mark Kelly, dan
studi-studi lainnya akan dilakukan untuk “membandingkan data dari kakak
beradik Kelly yang kembar identik untuk mengidentifikasi adanya
perubahan yang disebabkan penerbangan antariksa,” kata NASA dalam
blognya.
Kondisi yang patut diperhatikan termasuk melemahnya tulang dan kekebalan tubuh serta hilangnya daya penglihatan.
Ketiganya bergabung dengan tiga kru lainnya yang sudah berada di stasiun
antariksa yaitu astronot AS Terry Virts, kosmonot Rusia Anton
Shkaplerov dan Samantha Cristoforetti dari Italia.
BERLIN - Dalam dunia sains, peneliti mengatakan tidur siang dapat meningkatkan kemampuan mengingat. Tidur siang singkat selama 45 hingga 60 menit dapat meningkatkan kinerja memori otak hingga batas tertentu.
“Tidur siang singkat dapat membawa dampak positif pada otak manusia,” ucap ilmuwan Germany's Saarland University, Axel Mecklinger, seperti dikutip Softpedia, Senin (23/3/2015).
Para peneliti melakukan dua uji coba yang berbeda kepada sekelompok relawan. Percobaan pertama peneliti meminta para relawan untuk tidur. Menurut para relawan tersebut mereka merasa lebih mudah untuk mengingat kata-kata tunggal atau berpasangan setelah tidur siang.
Bahkan ketika diminta untuk menghafal satu padanan kata cukup aneh semisal, taksi-susu, relawan masih dapat melakukannya. Sementara pada percobaan kedua peneliti meminta para relawan lainnya menonton DVD. Hasilnya mereka sulit untuk mengingat informasi.
“Sebuah tidur siang singkat di kantor atau di sekolah dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan belajar dan bekerja. Di manapun dia berada, perlu diperhatikan tentang efek positif dari tidur siang singkat itu,” kata peneliti.
Menurut peneliti bagian otak yang berfungsi mengatur memori adalah hippocampus. Semakin baik memori seseorang, maka semakin banyak aktivitas yang dicatat (terjadi) di dalam hippocampus mereka.
(amr)